“Alhamdulillah, hatur nuhun ya Allah”
Kalimat di atas yang pertama ku ucap saat lonceng itu
berbunyi panjang, bagaimana tidak seengganya aku telah berhasil melewati
masa-masa menengangkan di UP DASTE.
Konon katanya, UP yang satu ini beda dari yang lain (ya iya
lah satu matkul kan satu UP mana mungkin sama -____’’) maksudnya sistemnya yang
beda guys ....:-D
Di UP yang satu ini, ada satu nomor yang cara pengisian
jawabannya itu melalui WAWANCARA, bagaimana tidak badai coba :-D
Alhamdulillah wasyukurillah, aku mendapati pertanyaan saat
wawancara itu “Bagaimana proses
pembuatan tepung putih telur”
Aduhai, alhamdulillah atuh dari pagi sampai malam, dari
malam sampai siangnya lagi bahkan H-5 menit pemanggilan untuk ujian si proses
pembuatan putih telur ane baca terus.. Pertolongan Allah sangat dekat eum J
alhamdulilllah
Dari 65 soal itu, alhamdulillah 78 % In syaa Allah bisa,
tapi wallahu a’lam bagaimana hasilnya nanti. Semoga Allah memeberikan yang
terbaik. Aaamiin
Trus yang 22 % nyaa?
Ane jawab dengan mengarang indah yaa seindah pertanyaan saat
wawancara wkwkwk
Tapi ane juga nggak kufur nikmat ko, bahkan bersyukur banget udah bisa ngisi juga terlebih
lagi ane sekarang memegang teguh perinsip baru ane :
“Tidak ada usaha yang sia-sia, setiap perjuangan yang telah
kita korbankan Allah selalu melihat”
Kalau kita benar-benar memegang teguh prinsip yang di atas,
in syaa Allah tak ada yang namanya mengeluh, menyerah, bersuudzan bahkan
maaf-maaf kata nih kufur nikmat pada Allah.
Yakinlah kebaikan itu merupakan siklus, tahukan ente siklus
kumaha?
Siklus tuh gak ada ujungnnya dan yang pasti akan kembali ke
proses awal lagi,
maksudnya? (ceritanya
ente nanya :D)
jadi, sing yakin aja ketika kita melakukan kebaikan In syaa
Allah kebaikan itu akan kembali kepada diri kita lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar