Rabu, 17 Desember 2014

Daste Terakhirku

“Alhamdulillah, hatur nuhun ya Allah”
Kalimat di atas yang pertama ku ucap saat lonceng itu berbunyi panjang, bagaimana tidak seengganya aku telah berhasil melewati masa-masa menengangkan di UP DASTE.
Konon katanya, UP yang satu ini beda dari yang lain (ya iya lah satu matkul kan satu UP mana mungkin sama -____’’) maksudnya sistemnya yang beda guys ....:-D
Di UP yang satu ini, ada satu nomor yang cara pengisian jawabannya itu melalui WAWANCARA, bagaimana tidak badai coba :-D
Alhamdulillah wasyukurillah, aku mendapati pertanyaan saat wawancara itu  “Bagaimana proses pembuatan tepung putih telur”
Aduhai, alhamdulillah atuh dari pagi sampai malam, dari malam sampai siangnya lagi bahkan H-5 menit pemanggilan untuk ujian si proses pembuatan putih telur ane baca terus.. Pertolongan Allah sangat dekat eum J alhamdulilllah
Dari 65 soal itu, alhamdulillah 78 % In syaa Allah bisa, tapi wallahu a’lam bagaimana hasilnya nanti. Semoga Allah memeberikan yang terbaik. Aaamiin
Trus yang 22 %  nyaa?
Ane jawab dengan mengarang indah yaa seindah pertanyaan saat wawancara wkwkwk
Tapi ane juga nggak kufur nikmat ko, bahkan  bersyukur banget udah bisa ngisi juga terlebih lagi ane sekarang memegang teguh perinsip baru ane :
“Tidak ada usaha yang sia-sia, setiap perjuangan yang telah kita korbankan Allah selalu melihat”
Kalau kita benar-benar memegang teguh prinsip yang di atas, in syaa Allah tak ada yang namanya mengeluh, menyerah, bersuudzan bahkan maaf-maaf kata nih kufur nikmat pada Allah.
Yakinlah kebaikan itu merupakan siklus, tahukan ente siklus kumaha?
Siklus tuh gak ada ujungnnya dan yang pasti akan kembali ke proses awal lagi,
 maksudnya? (ceritanya ente nanya :D)
jadi, sing yakin aja ketika kita melakukan kebaikan In syaa Allah kebaikan itu akan kembali kepada diri kita lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar