Minggu, 28 Februari 2016

Rabbku, mampukan aku (:

Allah itu memang sangat keren, selalu memahami apa yang kita butuhkan, bukan sekedar apa yang kita inginkan.
Kebahagiaan ini kian berlanjut setelah ku buka memori tentang kejadian yang sama di masa lampau. Ya Allah, aku sangat sangat menyayangimu, jantungku kian berdebar kala ku ingat semua nikmat yang telah kau beri.
Maha Suci Engkau Tuhanku, tiada upaya dan kekuatan selain dariMu.
Kasih yang kau hadirkan, sayang yang Engkau tunjukan, semua itu membuatku malu dikala perilaku tak sesuai syari’aMu.
Percayakan semuanya kepada Allah, sudahlah tidak usah mengelak.

 Rabbku, mampukan aku (:

Senin, 08 Februari 2016

Entahlah~

Bismillaahirrahmanirrahim,


Sumber : google

Wahai Allah pemilik hatiku, begitu banyak perkara yang ingin aku sampaikan kepadaMu,
Meski aku menyadari Engkau telah mengetahui semua ini, namun sebagai bentuk penghambaanku padaMu, ingin ku curahkan semua beban di hati, semua gundah di sanubari.

Akhir-akhir ini pikiranku dilintasi terus dengan sebuah pertanyaan “apa rencanamu 10 tahun ke depan”
Seolah-olah itu bentuk hidayah dariMu wahai Allah, sebagai reminder bagi diri ini, biar hidupku lebih bertujuan dengan baik dalam perencanaan yang matang.

Wahai Allah, dalam hal ini aku sangat bingung sekali..
Ingin ku petakan semua harapanku, cita-citaku, namun terkadang aku merasa minder dengan dalih banyak yang harus aku pertimbangkan.

Entahlah wahai Allah, diri ini masih terlalu hina untuk memetakan semua itu, rasanya malu, malu semalu-malunya kepadaMu terhadap kecatatan diri ini.
Heu ;’)


Senin, 01 Februari 2016

20 tahun?



#EdisiLatePost

Bismillaahirrahmaanirrahiim
09 januari 2016.
Pukul 17.00 di Fakultas Peternakan

Assalamu’alaykum Wr. Wb
Hmmmb (:

“Hai Va, apa yang kamu rasakan hari ini? Bagaimana varian rasa yang sedang berkecamuk dalam hatimu? “ tanyaku sendiri dalam indahnya renungan
            Haru, bahagia, sedih, ah rasanya begitu komplit hari ini.
            My Allah, aku belum siap :’(
Hari ini usiaku genap du-a pu-luh taaaa-hun
Rasanya seperti mimpi, jujur.
Hatiku berbisik, “ternyata kamu melewati masa ini juga va”

Dahulu ketika aku mendengar kata “dua puluh tahun” itu, terlintas dalam fikirku adalah seseorang yang telah dewasa, mumpuni dalam berbagai hal, serta tlah berkontribusi banyak untuk ummat. Kulihat diriku, rasanya aku masih jauh dari hal itu.
Oh my Allhah, malu rasanya :’(
Aku belum siap, jujur.
Dahulu di usianya yang ke-21, Muhammad Al-Fatih telah mampu menaklukan Konstantinopel, kulirik (lagi) diriku, di usiaku sekarang tlah mampu berbuat apa?
Menaklukan diri sendiri saja kadang masih susah, oh My Allah :’(..
Tiba-tiba aku teringat dengan surah Al-Ankabut ayat  57
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu akan dikembalikan”

Aku tertampar dengan ayat itu, kenapa?
Yaaa bagaiamana tidak, mungkin ingatanku selama ini masih lemah terkait negeri akhirat, terlebih terkait kematian.
Terkadang aku masih terbuai dengan dunia, hatiku kadang luput dari mengingatNya. Astaghfirullah :’(
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaaddiinik :)


Di hari pertamaku usia dua puluh tahun ini,  begitu banyak untaian doa yang mengalir. Mulai dari kedua orang tuaku, karib kerabat, guru-guruku, sanak saudara, adik-adik asrama, serta teman-teman di dunia maya. Jazakumullah khairan katsiiraa  semoga Allah mengabulkan apa yang kalian panjatkan, serta doanya kembali pada kalian juga J  Allahumma aamiin

Ketika aku melihat targetan-targetanku di usia 19 tahun, sungguh luar biasa. Allah membantu mewujudkan apa yang aku cita-citakan. Kasih sayangNya, perhatianNya, begitu indah menyelimuti perjalanan hidupku. Semoga di usia yang ke 20 tahun ini, aku semakin dekat denganMu ya Allah, bantu aku mewujudkan mimpi-mimpi di usia yang ke 20 tahun ini dan jadikan aku seperti  apa yang Engkau minta, Allahumma aamiin 
Bismillaahi tawakkaltuu ‘alallah Laa haula walaa quwwata illa billa hil ‘aliyyil ‘adhiim

@esn1996_

Senin, 16 Februari 2015

Malam Hariku


Sendiri, kunikmati malam ini...
Indahnya rembulan di langit sana seolah menggambarkan suasana hati ini
Ah malam, hadirmu begitu kurindu
Berdua denganmu adalah waktu yang ku tunggu
Denganmu ku rangkai masa depan dengan nyata
Denganmu pula ku ingat masa lalu dengan seksama
Malam, terkadang aku tak peduli dengan ide liarku yang membumi
Bahkan aku rela tidak tidur hanya untuk menyelesaikan misiku untuk masa nanti
Ku lalui semua itu denganmu, ya kamu
“Malam hariku’’




Rabu, 17 Desember 2014

Ibuku Pelita Hidupku

                                                     
                                                       
                                                     Ibu, hadirmu pelita bagi hidupku
Tanpamu apalah aku,
Ibu, lembutnya kasihmu menyejukkan jiwaku
Indahnya cintamu menemani hari-hari bahagiaku..

Ibu, maafkan anakmu ini
Terkadang hati ini khilaf dalam berprasangka
Lidah ini salah dalam berucap
Bahkan tangan dan kaki ini keliru dalam bersikap..

Untukmu penggugah jiwaku,
Sekarang aku berjuang disini untukmu
Ingin ku ciptakan senyuman indah di bibirmu
Ingin ku tutup semua luka yang pernah ku cipta dalam hatimu
Ibu, aku sayang padamu J

Engkaulah pelita hidupku

Daste Terakhirku

“Alhamdulillah, hatur nuhun ya Allah”
Kalimat di atas yang pertama ku ucap saat lonceng itu berbunyi panjang, bagaimana tidak seengganya aku telah berhasil melewati masa-masa menengangkan di UP DASTE.
Konon katanya, UP yang satu ini beda dari yang lain (ya iya lah satu matkul kan satu UP mana mungkin sama -____’’) maksudnya sistemnya yang beda guys ....:-D
Di UP yang satu ini, ada satu nomor yang cara pengisian jawabannya itu melalui WAWANCARA, bagaimana tidak badai coba :-D
Alhamdulillah wasyukurillah, aku mendapati pertanyaan saat wawancara itu  “Bagaimana proses pembuatan tepung putih telur”
Aduhai, alhamdulillah atuh dari pagi sampai malam, dari malam sampai siangnya lagi bahkan H-5 menit pemanggilan untuk ujian si proses pembuatan putih telur ane baca terus.. Pertolongan Allah sangat dekat eum J alhamdulilllah
Dari 65 soal itu, alhamdulillah 78 % In syaa Allah bisa, tapi wallahu a’lam bagaimana hasilnya nanti. Semoga Allah memeberikan yang terbaik. Aaamiin
Trus yang 22 %  nyaa?
Ane jawab dengan mengarang indah yaa seindah pertanyaan saat wawancara wkwkwk
Tapi ane juga nggak kufur nikmat ko, bahkan  bersyukur banget udah bisa ngisi juga terlebih lagi ane sekarang memegang teguh perinsip baru ane :
“Tidak ada usaha yang sia-sia, setiap perjuangan yang telah kita korbankan Allah selalu melihat”
Kalau kita benar-benar memegang teguh prinsip yang di atas, in syaa Allah tak ada yang namanya mengeluh, menyerah, bersuudzan bahkan maaf-maaf kata nih kufur nikmat pada Allah.
Yakinlah kebaikan itu merupakan siklus, tahukan ente siklus kumaha?
Siklus tuh gak ada ujungnnya dan yang pasti akan kembali ke proses awal lagi,
 maksudnya? (ceritanya ente nanya :D)
jadi, sing yakin aja ketika kita melakukan kebaikan In syaa Allah kebaikan itu akan kembali kepada diri kita lagi.